August 2020 ~ ibadah blog

Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, August 1, 2020

Memilih Jodoh yang Tepat dalam Pandangan Agama Islam

Memilih Jodoh yang Tepat dalam Pandangan Agama Islam

sumber : winnetnews



Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Imam Bukhari dari Abdullah bin Mas'ud memerintahkan kepada pemuda muslim yang sudah mampu menikah untuk segera menikah. Perkara bagaimana memilih jodoh terbaik, di dalam Al Quran maupun hadits banyak sekali panduannya.

Ustadz Ahmad Sobiriyanto dalam bukunya yang berjudul, 'Ya Allah, Mudahkan Rezeki dan Jodohku' menuliskan salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk meraih jodoh dan rezeki adalah dengan bertaubat serta beristighfar. Istighfar merupakan permintaan seorang hamba kepada Allah SWT agar segala dosanya ditutup dan diampuni serta tidak mendapatkan hukuman atas dosa-dosa tersebut.

Seperti apa memilih jodoh dalam Islam?


Rasulullah SAW bersabda seperti disebutkan dalam hadits riwayat Al Bukhari:

"Sebaik-baiknya perempuan Quraisy ialah yang paling kasih sayang kepada anak di waktu kecilnya dan yang paling teliti mengurusi suaminya."

Buku 'Jodoh: Memilih Jodoh dan Meminang dalam Islam' oleh Husein Muhammad Yusuf juga menjelaskan ciri-ciri lain dari perempuan yang berakhlak baik dan mulia serta pantas untuk diperebutkan seperti dalam sabda Nabi SAW,

"Sebaik-baiknya perempuan ialah yang apabila engkau lihat, ia menggembirakanmu. Apabila engkau perintah, ia taati, dan ia senantiasa memelihara dirinya dan hartamu dibelakangmu." Hadits riwayat Ath-Thabrani dan Abdullah bin Salam.

Jodoh dalam Islam, pilihlah karena agamanya. Rasulullah SAW dalam hadits syarif-nya telah memberikan alasan-alasan yang mendorong seseorang untuk nikah. Beliau bersabda,

"Perempuan itu dinikahi karena empat hal. Hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamanya. Rebut dan pilihlah perempuan yang beragama. Jika tidak, kedua tanganmu akan lengket ke tanah." (HR. Al-Bukhari no. 5090).

Dalam memilih jodoh, Islam juga memiliki beberapa kriteria seperti yang dikutip dalam buku 'Anjuran Menikah dan Mencari Pasangan' oleh Firman Arifandi, LL.B., LL.M:

1. Kebaikan Beragama Sebagai Kriteria Utama
Hal yang manusiawi dalam memilih calon suami atau isteri biasanya lebih cenderung kepada unsur dzahiriah seperti mencari yang tampan atau cantik. Namun diantara sifat-sifat tersebut, lebih utama dijadikan patokan yakni kesungguhan dan konsistensi seorang dalam beragama.

2. Perawan Lebih Utama dari Janda

Bagi setiap laki-laki yang hendak menikahi disarankan mencari perempuan yang perawan, namun ini bukan juga sebuah kewajiban dalam agama. Hal ini boleh saja berlaku untuk wanita, di mana mereka juga bisa mengutamakan lamaran dari laki-laki perjaka.

Dalam sebuah hadits diriwayatkan:

"Hendaklah kalian menikah dengan perawan, karena mereka lebih segar mulutnya, lebih banyak anaknya dan lebih ridha dengan yang sedikit." (HR. Ibnu Majah)

Hadits serupa juga disebutkan dalam riwayat Ahmad yang berbunyi:

Dari Anas bin Malik radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Nikahilah wanita yang pengasih dan subur, karena aku berlomba dengan umat lain dengan jumlah kalian." (HR. Ahmad).

sumber : wolipop
di ketik ulang

Hukum dan Keutamaan Kurban di Hari Raya Idul Adha

Hukum dan Keutamaan Kurban di Hari Raya Idul Adha

sumber : artikula



Umat muslim di seluruh dunia sedang bersiap menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 H. Ini adalah momentum bagi umat Muslim untuk menyempurnakan ibadahnya, salah satunya dengan berkurban. 
Dari segi bahasa, kurban berasal dari bahasa Arab, qaraba-yaqrabu-qurban yang artinya dekat atau mendekatkan. Sedangkan secara istilah, qurban berarti menyembelih binatang ternak sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan sesama manusia. 


Agar lebih jelas, ada baiknya untuk menyimak hukum dan keutamaan kurban berikut ini.  

Hukum Kurban Idul Adha, Sunah atau Wajib? 


Terdapat dua pendapat mengenai hukum melaksanakan kurban. Sebagian ulama pengikut Imam Malik berpendapat bahwa kurban wajib hukumnya, terutama bagi orang yang mampu.  

Salah satu dalilnya adalah hadis Abu Hurairah yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Barangsiapa yang berkelapangan (harta) namun tidak mau berqurban maka jangan sekali-kali mendekati tempat sholat kami.” (HR. Ibnu Majah 3123, Al Hakim 7672 dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani)

Sementara itu, mayoritas ulama yaitu Malik, Syafi’i, Ahmad, Ibnu Hazm dan lain-lain menyatakan bahwa kurban hukumnya Sunnah Mu’akkadah (ditekankan).  

Dari dua pendapat ini, sebagian ulama memberikan solusi dengan menyatakan:

selayaknya bagi mereka yang mampu, tidak meninggalkan berkurban. Karena dengan berkurban akan lebih menenangkan hati dan melepaskan tanggungan, wallahu a’lam.” (Tafsir Adwa’ul Bayan, 1120)

Keutamaan Kurban di Hari Raya Idul Adha

Perintah untuk kurban tidak diturunkan tanpa manfaat. Banyak keutamaan kurban yang menjadikan ibadah ini sangat disukai oleh Allah SWT. Beberapa keutamaan kurban antara lain yaitu:  

Mendekatkan Diri Kepada Allah 


Kurban merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebagaimana dalam surat Al Hajj ayat 34, "Dan bagi tiap-tiap umat telah kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)."  

Mendapat Pahala 


Orang yang berkurban akan mendapat pahala yang berlipat dari Allah SWT. Sebagaimana tertuang dalam hadis, "Pada setiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kebaikan." (HR Ahmad dan Ibnu Majah).  

Bahkan, di akhirat nanti, hewan yang dikurbankan akan menjadi saksi. 

Tidak ada amalan yang dikerjakan anak Adam ketika hari (raya) kurban yang lebih dicintai oleh Allah Azza Wa Jalla dari mengalirkan darah, sesungguhnya pada hari kiamat ia akan datang dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya dan bulunya. Sesungguhnya darah tersebut akan sampai kepada Allah Azza Wa Jalla sebelum jatuh ke tanah, maka perbaguslah jiwa kalian dengannya. (HR. Ibnu Majah).

Belajar Untuk Ikhlas  


Seperti Nabi Ibrahim yang ikhlas untuk menjalankan perintah Allah, ibadah kurban juga mengajarkan umat Islam untuk ikhlas. Yakni ikhlas merelakan harta yang dikurbankan untuk Allah dan kepentingan umat. 

Memelihara Kesatuan Umat.
  
Distribusi daging kurban mencakup seluruh kaum muslimin, dan dibagi dengan porsi yang adil. Dari fakir miskin bahkan hingga yang mampu sekalipun. Hal ini akan memupuk rasa solidaritas umat Islam.

Sumber : Kumparan 
Di ketik Ulang

KHUTBAH JUMAT EDISI 12 JUNI 2020 MENCARI KETENANGAN DIRI MENGHADAPI COVID 19

KHUTBAH JUMAT EDISI 12 JUNI 2020 MENCARI KETENANGAN DIRI MENGHADAPI COVID 19

sumber : sinar5news

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلا ّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.


اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اَمَّا بَعْدُ.

Kaum muslimin sidang jumat yang berbahagia, rahimakullah.


Puji dan syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan Jumat ini kita dapat melaksanakan kewajiban kita sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kelak di hari kiyamat, kita semua yang hadir di masjid ini mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin yaa Robbal ‘aalimiin.

Mengawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita senantiasa bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, rahimakullah.

Setiap manusia mendambakan hidup yang tenang dimanapun berada. Hidup tenang itu adalah hidup yang nyaman terbebas dari tekanan dan belenggu yang menghimpit jiwa.

Berbagai cara manusia agar bisa hidup tenang. Ada yang ke pantai, puncak, taman bunga dan berbagai obyek wisata lainnya. Bahkan ada yang ke diskotik dengan segala pesta narkoba. Ada juga yang ke dukun (paranomal) untuk meminta bantuan. Ada juga yang mengkonsumsi narkoba hingga mengalami over dosis, na’udzubillah. Entah berapa puluh/ratus juta yang dihabiskan untuk mencari hidup yang tenang.

Memang pada saat itu kita merasakan ketenangan, tapi itu semua hanya semu bersifat sementara, setelah itu suasana jiwa kembali kacau bahkan lebih parah dari sebelumnya.

Ketahuilah sesungguhnya harta benda di dunia dan dengan segala perhiasannya tidak akan sanggup membuat hati kita tenang dalam arti yang sebenarnya.

Kalau kita kembali kepada konsep Al Quran, bahwa untuk mendapatkan hati yang tenang hanya ada satu cara yaitu zikrullah. Hal ini telah disebutkan dengan jelas dalam kitab suci Al Quran surat Ar Ra’du ayat 28.

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

Artinya : “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang.”


Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, rahimakullah.

Zikrullah adalah mengingat dan menyebut nama Allah baik dengan hati maupun dengan lisan. Zikir itu adalah kebutuhan hati yang sangat penting. Hati adalah alat terbaik untuk melakukan hubungan khusus kepada Allah SWT. Allah itu Maha Suci, mesti mendekati-Nya dengan hati yang suci. Agar hati itu selalu suci hendaknya diisi dengan zikrullah. Dengan zikrullah ini akan membuat hati menjadi tenang setenang-tenangnya.

Inilah sesungguhnya yang dicari oleh manusia. Al Quran adalah panduan tebaik dan terlengkap dalam mengatasi segala peroblematika hidup. Diantara problematika hidup yang paling banyak dihinggapi manusia adalah rasa tidak tenang. Rasa tidak tenang ini biasanya muncul karena adanya suatu masalah atau musibah yang datang menimpa. Apalagi sampai saat ini pandemi covid 19 masih mewabah di negeri kita, maka diantara solusi yang terbaik agar jiwa kita senantiasa tenang, tabah dan selalu waspada adalah dengan banyak berzikir kepada Allah. 

Kalau rasa tidak tenang ini terus menerus dibiarkan, maka pasti akan menyerang sistem kinerja tubuh. Diantaranya akal pikiran kita akan terganggu, jantung kita berdetak kacau dan darah mengalir tidak normal, sehingga mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit, seperti stres, depresi, bahkan bisa menyebabkan kematian yang tidak kita inginkan, na’uzdubillah.

Karena itu Al Quran membimbing kita untuk banyak berzikir baik di waktu pagi, siang, sore maupun malam, agar hati kita selalu tenang tidak ada tekanan dan himpitan mendera dalam hidup. Dan in sya Allah virus corona ini akan berakhir dengan segera dari bumi Indonesia tercinta.

Zikir itu banyak macam dan ragamnya, bisa astagfirullah, subhanallah, alhamdulillah, Allahu akbar dan lain sebagainya. Amalkan zikir-zikir tersebut sebanyak yang kita mampu agar hati kita selalu diliputi rasa tenang dalam arti yang sebenarnya.

Semoga khutbah singkat ini mampu mencerahkan jiwa kita, agar senantiasa menjadi jiwa yang tenang (muthmainnah) hingga akhir kematian kita nanti. Aamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ ِللهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَ كَفَرَ. وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ وَ حَبِيْبُهُ وَ خَلِيْلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَ سَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ الله اِتَّقُوْا الله وَ اعْلَمُوْا اَنَّ الله يُحِبُّ مَكَارِمَ الْأُمُوْرِ وَ يَكْرَهُ سَفَاسِفَهَا يُحِبُّ مِنْ عِبَادِهِ اَنْ يَّكُوْنُوْا فِى تَكْمِيْلِ اِسْلَامِهِ وَ اِيْمَانِهِ وَ اِنَّهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفَاسِقِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ وَ بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى اَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللَّهُمَّ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ اَمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا. رَبَّنَا اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ, اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنْكَرِ وَ الْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا الله الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَ لَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ .

Sumber : sinar5news